Juara TOTK 100K Sebut Danau Toba Salah Satu Lintasan Terindah

     Samosir, NINNA.ID– Juara Trail of the Kings 100K asal Jepang Hiro Yuki mengaku takjub dengan panorama Danau Toba dan antusiasme masyarakat Batak di sepanjang lintasan.

Ia baru pertama kali datang ke Danau Toba. Meski hanya berada di Samosir selama tiga hari, kesan yang didapatnya sangat mendalam.

“Pemandangannya sangat indah. Alamnya benar-benar luar biasa,” ujar Hiro Yuki kepada NINNA.ID, Sabtu 13 Juni 2026 sesaat setelah lepas dari kerumunan orang banyak.


Sebelum mengikuti Trail of the Kings, pelari yang saat ini bekerja sebagai manajer proyek di sebuah lembaga kerja sama internasional Jepang di Jakarta ini sudah berpengalaman mengikuti berbagai lomba trail di Jepang dan Indonesia.

Ia pernah menjadi juara di beberapa ajang trail, termasuk lomba trail run 100K di Bali.

Dalam waktu dekat ia juga akan ikut lomba trail run 100 kilometer di Borneo. Namun menurutnya, Trail of the Kings memiliki pengalaman yang berbeda.

Ia menjelaskan bahwa banyak lomba lari lintas alam jarak jauh dimulai pada malam hari sehingga pelari tidak bisa menikmati pemandangan sekitar.

Berbeda dengan Trail of the Kings, saat matahari mulai terbit dan lintasan memasuki kawasan pegunungan, ia bisa melihat langsung keindahan Danau Toba.

Bagian yang paling berkesan baginya adalah lintasan sekitar kilometer 60 hingga 70. Di titik tersebut, ia dapat melihat perpaduan pegunungan dan panorama Danau Toba yang membuatnya kagum.

[caption id="attachment_37530" align="alignnone" width="960"]HIRO YUKI 
Juara 100K Trail of the Kings 2026, Hiro Yuki, berfoto bersama Damayanti, jurnalis NINNA.ID, usai berbagi cerita tentang pengalaman pertamanya menikmati keindahan Danau Toba dan sambutan hangat masyarakat Batak.[/caption]

Perjalanan menuju kemenangan juga tidak mudah. Tantangan terberat ia rasakan saat melewati gunung kedua sekitar kilometer 60 ketika cuaca sangat panas.

Untuk mengatasinya, ia berhenti sejenak di bawah pohon, makan dan memulihkan tenaga sebelum kembali berlari.

Selain alam, keramahan masyarakat Batak menjadi kenangan yang tidak terlupakan.

Saat melewati kampung-kampung, ia disambut dengan antusias oleh anak-anak yang berdiri di sepanjang jalur perlombaan.

“Saya rasa, lebih dari 100 anak menyentuh tangan saya. Saya sangat menikmati momen itu,” katanya menyatakan momen paling berkesan di sepanjang lintasan.

Menurutnya, inilah yang membuat Trail of the Kings berbeda dengan lomba trail lain yang pernah ia ikuti.

Musik, suasana perlombaan, serta sambutan masyarakat memberikan pengalaman yang sangat istimewa.

Bahkan ketika banyak orang mengajaknya berfoto setelah menjadi juara, ia mengaku merasa terharu dengan perhatian yang diberikan masyarakat.

Sebagai pelari asal Jepang yang kini tinggal di Indonesia, ia berharap bisa ikut memperkenalkan trail running di Indonesia khususnya Danau Toba, kepada masyarakat dunia.

“Saya senang bisa menikmati trail running bersama masyarakat Indonesia. Saya ingin membantu mempromosikan trail running di tempat ini,” ujarnya.

Ia juga menilai Trail of the Kings memiliki peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Danau Toba.

Namun menurutnya, hal terpenting adalah menjaga agar perlombaan ini terus berlangsung setiap tahun sehingga semakin banyak pelari dari berbagai negara yang datang.

Bahkan, sebelum meninggalkan Samosir, ia sudah mengajak dua temannya untuk mengikuti Trail of the Kings untuk tahun berikutnya.

Kisah sang juara tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Trail of the Kings bukan hanya terletak pada lintasan yang menantang.

Akan tetapi juga pada keindahan Danau Toba dan keramahan masyarakatnya. Pengalaman yang dibawa pulang para pelari inilah yang dapat menjadi promosi terbaik bagi Danau Toba di mata dunia.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugu Toga Sinaga: Potensi Besar untuk Geopark dan Pemberdayaan Ekonomi

Perjalanan Menakjubkan Tamu dari Malaysia ke Danau Toba: Dari Kuala Lumpur ke Pesona Sumatra Utara

Travel Guide, The Cheapest Way to Get from Kualanamu Airport to Samosir Island